9 Keterampilan yang Wajib Dimiliki Jurnalis Online

Senin, 27 November 2017

        Saya mendapat polling dari 49 jurnalis online, periset Ryan Thornburg dan Ying Roselyn Du meminta para praktisi untuk menentukan tugas harian mereka dari daftar 26 kemungkinan.


Saya mendapat polling dari 49 jurnalis online, periset Ryan Thornburg dan Ying Roselyn Du meminta para praktisi untuk menentukan tugas harian mereka dari daftar 26 kemungkinan. Inilah Top 9 mereka: 1. Menulis atau Mengedit Skrip 2. Manajemen Proyek 3. Blogging 4. Desain Antarmuka Pengguna / Photo Shooting (dasi) 6. Produksi Video 7. Staf Organisasi / Administrasi 8. Menggabungkan cerita / memperpendek 9. Melaporkan dan Menulis Cerita Asli 10. Photo / Image Editing

Jika Anda menginginkan pekerjaan di berita online, tidak ada aset yang lebih baik daripada menjadi jurnalis yang cerdas dan berpikir kritis. Tapi saat ini juga mendongeng multimedia, software skill juga penting.

Tiga keterampilan yang dia daftar adalah tanggapan yang paling umum. Lainnya termasuk:
Cara mengumpulkan dan mengedit audio
Cara kerja dengan database
Kemampuan desain antarmuka
Perusahaan
Continue Reading | komentar

Tiang Listrik itu Ternyata Juga Anggota Pembantu KPK

Jumat, 24 November 2017

Heboh Tiang Listrik Pasca Kena Hantam Ketua DPR itu Ternyata Juga Anggota Pembantu KPK


Kejadian naas yang dialami tiang listrik ini sungguh memilukan, Tiang listrik yang berada di jalan permata berlian sekitar komplek permata hijau jakarta selatan ini bertugas memangku alat penerangan demi masyarakat dan rela di corat-coret dengan berbagai tulisan cat dan ditempeli stiker ,termasuk tulisan ojek, sedot WS dan sebagainya.

Pada Kamis (16/11/2017) petang terjadilah petaka disaat sebuah mobil toyota fortuner melesat dan menghantamnya. Kejadian itu menjadi viral karena ternyata penumpang dari mobil tersebut adalah ketua DPR Setya Novanto yang kebetulan waktu itu berurusan dengan KPK. Yang secara tidak langsung juga KPK waktu itu diuntungkan oleh tiang listrik itu.
Spontan juga,tiang listrik dan pohon yang kena hantam mobil toyota fortuner itu menjadi ajang lokasi selfie dan vedio parodi.

Continue Reading | komentar

Pedagang bakso menggratiskan dagangan nya bagi pelanggan yang hafal Al-Qur'an

Pedagang bakso menggratiskan dagangan nya bagi pelanggan yang hafal Al-Qur'an


Ariya saputra NSR mengunggah photo dan kisah seorang pedagang bakso ke sebuah grup info Wong Solo. Unggahan nya bukan unggahan biasa, karena photo yang ia unggah menampilkan seorang pedagang bakso bernama Rahmad yang menggratiskan bakso seumur hidup bagi pelanggan yang hafal Al-Qur’an. Pedagang bakso berhati mulia tersebut mendapat respon positif dari pengguna facebook dan memuji tindakannya.




Continue Reading | komentar

Kisah Keberanian Menteri Sri Mulyani

Kisah Keberanian Menteri Sri Mulyani


Denny Siregar menulis di halaman facebooknya pada tanggal 3 Januari mengenai keberanian menteri Sri Mulyani mendepak JP Morgan dan memutuskan segala hubungan kemitraan dengan JP Morgan Chase terkait bank persepsi. Pasalnya, hasil riset bank investasi asal AS tersebut dinilai berpotensi menciptakan gangguan stabilitas sistem keuangan nasional. Keberanian menteri Sri Mulyani yang ia tuliskan di halaman facebooknya langsung viral dan dishare ribuan pengguna facebook.



Continue Reading | komentar

Semarak Pecinta Burung LoveBird

Selasa, 21 November 2017

Semarak Pecinta Burung LoveBird
Saat ini booming burung Lovebird, Selain jenis burung ini memang menawan,juga bisa dijadikan penghasilan tambahan bagi beberapa orang karna harganya yang tetap setabil juga cara perawatannya tidak begitu sulit.




       Di daerah madura pada umumnya juga sekarang banyak yang beralih dari peternak sapi atau kambing ke beternak burung lovebird ini. terbukti dari beberapa peternak burung ini sudah banyak yang diuntungkan, yang asalnya sulit sekali mencari pendapatan, kini sudah banyak yang mampu bikin rumah bahkan juga mendaftar naik haji. Ini pekerjaan yang sangat menjanjikan,kata beberapa peternak yang di jumpai "Team Fakta". Perawatannya sangat mudah, dari waktu netas telur terakhir bisa langsung diangkat dan di bantu nyepet (Ngasih Makan) oleh peternaknya, hail ini bisa mempercepat perkawinan induknya dan bertelur kembali,biasanya kalau netas langsung diangkat maka tiap dua bulan sekali bisa menghasilkan anakan kembali."Tambahnya"...
        Itupun kalau jenis bungnya hanya jenis standart, kalau jenis yang harga anakan misalnya sekitar dua juta keatas,kan lumayan. Tiap indukan bertelur empat dan netas semua,tiap dua bulan sekali,harga perekornya satu juta,kalau empat kan empat juta,perdua bulan,kalau satu tahun bisa dua puluh empat juta... Tandasnya bersemangat.

Continue Reading | komentar

Pantai Slopeng

Minggu, 19 November 2017

Pantai Slopeng


Pantai Slopeng memiliki hamparan pasir yang membentang sepanjang 6 km dengan luas lahan 3Ha. Pasir-pasir putih tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk bersantai di tepian pantai. Suasana tenang dan nyaman akan Anda dapatkan. Dengan lambaian pohon-pohon kelapa, nuansa pantai yang khas sangat terasa. Puas bersantai, saatnya bermain air. Air laut di Pantai Slopeng berwarna jernih dan bersih.
Arus lautnya pun cukup tenang, jadi tak perlu takut diterpa arus yang kuat. Anda dapat menikmati lautan yang biru dengan pemandangan langit yang luas. Dengan tenangnya suasana,
Anda akan betah berlama-lama menikmati pantainya.
Pesona Pantai Slopeng akan bertambah saat senja tiba. Ada sunset yang berwarna keemasan menyinari hamparan pasir putihnya. Bayangan Anda akan terlihat jelas saat berdiri di pantainya dengan disinari cahaya sang senja yang tenggelam. Pemandangan ini harus diabadikan dalam kamera
*) Tarif Terhitung dari Terminal Wiraraja
  • Ojek Langsung Rp 50.000,-
  • Becak Ke Desa Pamolokan Rp 20.000,- atau Becak Ke Desa Pamolokan Rp 15.000 dilanjutkan Angkutan Umum Ke Pantai Slopeng Rp. 8.000,-

Fasilitas

  • kamar bilas
  • parkir
  • toilet umum
  • Kantin/resto/warung
  • gazebo/tempat peristirahatan
  • Tempat Ibadah (Masjid/mushollah)

Continue Reading | komentar

Wisata Pantai Lombang

Wisata Pantai Lombang


Pantai berpasir putih ini memiliki pesona tersendiri. Keindahan Pantai Lombang yang dihiasi Pohon Cemara Udang, merupakan daya tarik yang sangat memikat. Pantai ini berada di 35 KM sebelah Utara Kota Sumenep, tepatnya di Kecamatan Batang-batang Desa Lombang. Lokasinya yang jauh dari keramaian dan didukung dengan sarana yang cukup memadai, membuat Pantai ini sangat diminati untuk dijadikan tempat berlibur. 
Point Of Interst
Hamparan Pohon Cemara Udang  yang menjadi ciri khas dari pantai lombang, meskipun di pinggir pantai, kerindangan pohon tersebut juga membuat suasana pantai lombang cukup sejuk.
Akses
*) Tarif Terhitung dari Terminal Arya Wiraraja
  • Ojek Langsung Rp. 70.000,-
  • Becak Ke Desa Bangkal Rp. 20.000 atau Ojek Rp. 15.000 dilanjutkan angkutan umum menuju pantai lombang Rp. 20.000,-

Fasilitas

  • kamar bilas
  • parkir
  • toilet umum
  • Kantin/resto/warung
  • gazebo/tempat peristirahatan
  • Tempat Ibadah (Masjid/mushollah)
Continue Reading | komentar

Pulau Oksigen Gili Iyang

Pulau Oksigen Gili Iyang


Sebagai kabupaten dengan jumlah pulau terbanyak Jawa Timur, Sumenep menyimpan berbagai potensi wisata terutama keindahan pulau-pulau yang dimilikinya, salah satunya pulau gili iyang. Pulau yang terletak di Kecamatan Dungkek tersebut memiliki kandungan oksigen terbaik di dunia setelah laut merah di yordania yang dengan kadar oksigen 19,5 persen sampai 20,5 persen.

Hasil penelitian Balai Besar Teknis Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jawa Timur pada 2001 menyebutkan, kadar oksigen di Pulau Gili Labak 21,5 persen. Di daerah lain, umumnya kadar oksigen 26,5 persen sampai 38,7 persen. Angka tersebut diperkuat oleh hasil penelitian tim pusat pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim LAPAN akhir 2006 lalu.
Bahkan penelitian paling aktual yang dilakukan oleh BLH dan Bapedda Kabupaten Sumenep pada tahun 2011 angka kandungan oksigen bisa lebih rendah hingga 20,9 Persen pada waktu-waktu tertentu seperti pada bulan Pebruari.
Selain mengandung oksigen yang tinggi, pulau ini juga jauh dari kata polusi karena jarangnya kendaraan bermotor yang melintas di Gili Iyang. Kandungan karbondioksida yang ada di gili ini hanya sekitar 26,5 persen, sementara tingkat kebisingannya hanya 36,5 db. Jadi, selain udaranya menyegarkan suasananya juga menenangkan hati.
Sehingga tingkat harapan hidup warga di Gili Iyang cukup tinggi. Di Pulau Tersebut masih banyak dijumpai Kakek nenek yang berumur 80 saja masih terlihat bugar dan sehat, bahkan ada yang sampai berumur 175 tahun, sehingga pulau gili iyang saat ini memiliki julukan sebagai pulau awet muda dan menjadi destinasi wisata kesehatan yang telah diakui secara internasional.

Point Of Interst dari Pulau Gili Iyang
Kandungan Oksigen Jelas menjadi daya tarik utama dari pulau yang berjuluk pulau awet muda tersebut, namun bila wisatawan berkunjung ke pulau tesebut juga akan di sajikan keindahan pulau yang khas seperti hamparan pantai yang masih alami, pesona bawah lautnya dengan berbagai biota laut yang sangat indah.
Selain keindahan bahari Gili Iyang juga menyimpan berbagai keindahan alam yang juga sangat sayang untuk dilewatkan, seperti adanya gua mahkarya yang menimpan keindahan bawah tanah berupa stalaktit dan stalakmit yang terjaga kelestariannya.
Terdapat pula fosil ikan paus yang sengaja dipajang sebagai bukit bahwa gili iyang juga pernah menjadi daerah migrasi dari ikan terbesar di dunia tersebut.
Tips Dan Akses menuju Pulau Gili Iyang
Untuk Pulau Gili Iyang pengunjung dapat menggunakan ojek menuju pelabuhan dungkek yang berjalak 28 KM dari Pusat Kota, bila dari Terminal Arya Wiraraja Pengujung bisa memanfaatkan jasa ojek dengan tarif sekitar Rp. 50.000,- setelah sampai ke pelabuhan Dungek pengunjung bisa memanfaatkan transportasi perahu penyebrangan menuju pulau Gili Iyang dengan tarif Rp. 10.000,- s/d Rp 20.000,- yang beroprasi mulai jam 10.00wib hingga jam 14.00 WIB saja.
Tips
Selama di Gili Iyang dapat menggunakan jasa motor roda 3 untuk berkeliling dan menikmati keindahan alam pulau tersebut, karena sopir roda 3 bisa dijadikan tour guide yang handal.
Selama ada di pulau tersebut pengujung dapat menggunakan rumah warga yang sengaja disewakan untuk home stay, meskipun sederhana namun sudah cukup bersih sehingga kesan bersahajah dan alaminya akan semakin terasa.
Agar bisa datang dan meinggalkan pulau tersebut tanpa tergantung jadwal kapal yang ada, maka pengunjung dapat menyewa perahu tengan tarif Rp.300.000 hingga Rp. 500.000,- dengan kapasitas penumpang 10 hingga 15 orang.

Akses

akses menuju pulau gili iyang dapat ditempuh melalui pelabuhan di kecamatan dungkek dengan waktu perjalanan dari pusat kota kurang lebih 45 menit sampai pelabuhan pengunjung dapat menggunkan perahu dengan tarif Rp 10.000 s/d Rp. Rp 20.000 tengan jadwal berlayar mulai dari (Jam 11.00 wib sampai dengan jam 04.00wib) atau dapat menggunakan sistem carter sebesar 500.000 per kapal.

Fasilitas

  • kamar bilas
  • Kantin/resto/warung
  • gazebo/tempat peristirahatan
  • Tempat Ibadah (Masjid/mushollah)
Continue Reading | komentar

Pulau Gili Labak

Pulau Gili Labak

Gili Labak merupakan sebuah pulau kecil yang menyimpan sejuta pesona, hamparan pasir putih yang mengelilingi pulau dengan luas tidak lebih dari 5 ha tersebut menjadi daya tarik utamanya, selain itu pesona bawah lautnya yang juga sangat memukau dengan terumbu karang dan biota laut yang masih alami, dengan Pesona tersebut jelas menjadi garansi bagi para wisatawan untuk menikmati sensasi liburan yang luar biasa.
 Suasana pulau tesebut akan menghipnotis para pengunjung yang dimanjakan oleh desiran ombak dan hamparan pasir putih yang membentang di tepi pantai. Belum lagi pesona bawah lautnya yang luar biasa, cukup dengan alat snorkeling sederhana para pengujung bisa dengan mudah menemukan hamparan trumbu karang yang dihiasi oleh beragam biota laut yang ada di perairan pantai gili labak.
 Point Of Interest Pulau Gili Labak
  • Pesona Alam yang berupa Landscape pantai yang membentang diseluruh pinggir pulau tersebut, sehingga pengunggujung akan mudah memperoleh spot sunset dan sunrise terbaik dipulau tersebut
  • Kecilnya Pulau Tersebut membuat (luasnya hanya tidak lebih 5 ha) pengunjung berasa berada di pulau pribadi.

  • Pesona Bawah lautnya yang masih cukup terjaga dengan baik, sehingga pungujung dapat dengan mudah menikmati hamparan terumbu karang dengan hanya menggunakan alat snokeling yang dapat disewa disekitar pantai, tanpa harus membawa alat daving.
 Tips dan Akses menuju Pulau Gili Labak
 Gili Labak dapat di tempuh melalui 3 dermaga yaitu pelabuhan kalianget, Tanjung di Kecamatan Saronggi, dan Pelabuhan Rakyat di Desa Kombang Talango. 3 untuk mencapai dermaga tersebut dapat menggunkan jasa angkutan Ojek yang berada di Terminal Wiraraja dengan tarif Rp. 20.000 sampai Rp 50.000,- tergantung tawar menawarnya.
 Selanjutnya dapat melanjutkan perjalanan melalui laut dengan memanfaatkan jasa sewa perahu, untuk via pelabuhan kalianget dan Saronggi tarif perahu berkisar Rp 600.000 hingga Rp. 850.000 rupiah yang dapat mengangkut 10 s/d 15 orang (tergantung besar perahu) waktu tempuh perjalanan laut dari 2 jam hingga 3 jam.
 Sedangkan bila melalui pelabuhan rakyat di Desa Kombang dapat di tempuh dengan waktu 45 menit saja dengan tarif sewa perahu sebesar Rp 500.000,- namun akses menuju pelabuhan tersebut para pengujung harus mempuh perjalanan darat dari pelabuhan kalianget selama 45 menit dan harus menggunakan kendaraan pribadi karena tidak ada angkutan umum.
 Tips :
  • Sebaiknya berangkat menggunakkan bis malam saja dari Terminal Bungurasih, karena hanya bis malam yang pemberhentian terakhirnya hingga ke Pelabuhan Kalianget. Dengan begitu, anda tidak perlu repot mencari angkutan lagi yang akan membawa anda menuju pelabuhan. Selain itu, anda juga bisa tiba di pagi hari dan langsung menyebrang ke Gili Labak.
  • Sebaiknya bila memungkinkan menggunakan rombongan sehingga dapat patungan untuk ongkos perahu tanpa harus menunggu penuhnya perahu yang menuju gili labak.
  • Waktu kunjungan yang tepat adalah sekitar bulan April hingga November dimana pada saat itu, kondisi laut sedang tenang, sehingga perjalanan laut anda tidak terkendala ombak yang tinggi.
  • Jangan lupa gunakkan sunblock jika tak ingin kulit anda terbakar matahari karena seluruh pulau Gili Labak didominasi oleh pantai dengan cahaya matahari yang melimpah.
  • Agar lebih terasa privat ada baiknya mengunjungi pulau tersebut saat hari biasa karena pengujung akan benar-benar merasa berada di pulau pribada, dan untuk bermalam dapat menggunakan rumah warga yang disewakan.

Continue Reading | komentar

Pantai Badur ( Alasan Untuk Mencari Suasana Tenang Nan Eksotis)

Pantai Badur ( Alasan Untuk Mencari Suasana Tenang Nan Eksotis)


Bila menginginkan liburan dengan suasana tenang sebagai obat untuk menenangkan pikirana maka pantai badur adalah jawabannya, pantai yang terletak di Desa Badur Kecamatan Batuputih tersebut menawarkan, haparan pasir putih dengan berhiaskan pohon cemara sabagai daya tarik bagi kita yang benar-benar ingin refresing dan menginggalkan sejenak aktifitas keseharian yang melelahkan,
mungkin pantai ini memiliki kesamaan dengan pantai lombang namun yang menjadi point positif dari pantai ini adalah suasanya dimana pantai ini benar-benar tenang karena jauh dari keramaian sehingga kita benar-benar bisa menenangkan diri sambil menikmati suasana pantai yang masih alam.
pantai badur ini juga memiliki poin plus dimana terdapat sungai air tawar yang bermuara di pantai, sehingga kita akan menjumpai hal yang unik yaitu pertemuan air asin dan air tawar di pantai ini, selain itu terdapat spot menarik lainnya yang tidak ada di tempat lain adalah barisan batu karang dengan ornamen gua karst diselah-selah hamparan pasir putih.
pengalaman berbeda yang ditawarkan oleh pantai ini akan benar-benar membuat anda melupakan rutinitas keseharian yang menjenuhkan, cocok bagi anda yang hendak mengisi mood dan semangat agar kembali siap beraktifirtas sehari-hari.
Pantai ini terletak di tengah-tengah antara pantai lombang dan slopeng, sehingga dapat diakses dari berbagai sisi, namun yang paling baik adalah bila kita berkunjung ke pantai badur melalui jalur sumenep-gapura-batang-batang-batuputih jalur ini merupakan jalur yang paling mudah diakses karena infrastrukturnya cukup baik dibandingkan jalur lainnya.
tips untuk mengunjuhi tempat ini adalah hendaknya menggunakan kendaraan pribadi karena untuk menuju pantai badur masih minim angkutan umum, serta bawalah perbekalan yang cukup karena jarang ada toko kalaupun ada jumlah dan variannya terbatas.

Continue Reading | komentar

Sejarah Pangeran Arya Wiraraja

Sejarah Pangeran Arya Wiraraja


1. KERAJAAN SINGASARI
Ken Arok Sri Rangah Rajasa Shang Amurwabhumi, adalah Raja pertama Kerajaan Singasari yang sekaligus juga sebagai pendirinya. Di dalam kitab Pararaton diceriterakan bahwa Ken Arok adalah seorang anak yang diturunkan oleh para Dewa agar mampu mengendalikan Tanah Jawa yang pada waktu itu sudah mengalami era dekadensi moral, karena ketidak-harmonisan hubungan antara Prabu Kertajaya selaku Raja di Kediri dengan para Brahmana (kelompok Agama). Sehingga dikisahkan bahwa Ken Arok adalah titisan dari Dewa Brahma, atau dengan ceritera yang romantis dikisahkan bahwa Betara Brahma turun ke bumi serta menanamkan benih (janin) kepada seorang gadis desa yang kemudian terlahirlah Ken Arok, sebagai utusan Dewa.

Ken Arok sesungguhnya adalah putra Rakyan Ginantaka, juga cucu Rakyan Wirandhaka selaku Senapati Sarwajala Kerajaan Kediri di masa Pemerintahan Sri Maharaja Rakay I Hino Sri Aryeswara Madhusudhana Watarirajaya Kameswara, atau yang dikenal dengan nama Prabu Kameswara I. Rakyan Wirandhaka sendiri adalah putra Shri Bhupati Linggawesi Raja Pajajaran, yang juga keturunan ketiga dari Prabu Kudhalelean Maharaja Adhimulya Raja Pajajaran yang memerintah pada tahun 928 Masehi. Itupun merupakan suatu strategi yang diatur secara rapi oleh para penguasa di Pajajaran, dan merupakan politik ekspansi dengan cara menyelundupkan orang-orangnya di pusat pemerintahan kerajaan di Tanah Jawa bagian tengah dan timur. 

Sang Rajasa Ken Arok, memerintah di kerajaan Singasari sejak tahun 1222 hingga tahun 1247. Dan dinastinya memerintah di Singasari hingga tahun 1292 masehi, selanjutnya diteruskan oleh generasi berikutnya menjadi raja di kerajaan Majapahit hingga tahun 1478 masehi.
2. SANG ARYA WIRARAJA
Banyak orang yang bertanya tentang keberadaan Arya Wiraraja, karena beliau bukan seorang raja mutlak hanya sebatas Adipati sehingga wajar bilamana silsilah keberadaanya kurang jelas. Tapi rupanya dimata ahli sejarah Arya Wiraraja mendapat tempat yang istimewa sehingga selalu tertulis dalam kitab-kitab kuno. Namanya tertera jelas termasuk dari mana dan siapa saja keturunannya, seperti yang digambarkan kitab-kitab Pararaton dan lain sebagainya. 

Demung Nayapati. Demung Nayapati merupakan jabatan tinggi negara kala itu yang kedudukannya sangat dekat dengan raja. Kemudian setelah Prabu Whisnuwardhana diganti oleh putranya yang bernama Dandang Gendis bergelar Prabu Kertanegara, maka Arya Banyak Wide dipindahkan ke Madura timur yakni Songennep, sebagai Adipati atau yang setingkat Gubernur (sekarang). Hal tersebut dilakukan karena Sang Prabu melihat adanya hubungan mesra antara Banyak Wide dengan Mahisa Campaka yang nota bene adalah saudara sepupunya, sendiri dari keturunan Ken Arok dengan Ken Dedes. Hal mana akan dikhawatirkan kedudukannya sebagai raja akan tersaingi, apalagi Arya Banyak Wide orang yang cakap dalam strategi dan politik Pemerintahan. 

Dikala Prabu Kertanegara mengadakan sidang mahkota, yang dihadiri oleh semua para pembesar kerajaan, diantaranya Demung Nayapati Arya Banyak Wide, Mpu Raganata, Panji Aragani, Kebo Anengah, Kebo Anabrang, Rakyan Tumenggung Wirakerti, Rakyan Rangga Mahisa Rangkah, dan lain-lain. Sang Prabu menuturkan keinginannya untuk memperluas daerah kekuasaannya hingga keluar tanah Jawa. Yang diincar pertama adalah kerajaan kerajaan Tribuwanaraja Maulimarwasewa dibawah pimpinan Prabu Darmasraya di Swarnadwipa (Sumatra). Lalu minta pendapat pada Arya Banyak Wide (Wiraraja) selaku pensehat politik pengatur strategi perang. Oleh Banyak Wide diberi pandangan agar hal tersebut perlu dipertimbangkan, karena paling utama adalah menunggu datangnya pembalasan dari negeri China, yang mana Sang Prabu pernah menghina tusan Khubilai Khan dengan memotong kupingnya karena tersinggung diminta untuk takluk kepada Kaisar China. 

Dan bilamana penyerangan ke Swarnadwipa dilakukan, selayaknya harus mengirimkan telik sandi dahulu agar mengetahui kekuatan lawan. Rupanya saran dari Banyak Wide membuat Kertanegara tersinggung dan marah. Atas kemarannya tersebut maka secara halus disingkirkan atau dibuang ke Sumenep Maduda timur dengan alasan untuk memantau kedatangan armada China di laut Jawa. Tidak hanya Banyak Wide, para pembesar kerajaan yang mendukung pendapat Banyak Wide juga kena getahnya seperti Patih Mpu Raganata diganti oleh Panji Aragani sebagai Patih luar dan Kebo Anengah menjadi Patih dalam. Empu Raganata sendiri dijadikan ramadhyaksa (penasehat raja), Kebo Anabrang diangkat menjadi Senopati Agung. Rakyan Tumenggung Wirakerti dijadikan Menteri Anghabaya, Rakyan Rangga Mahisa Rangkah tidak diberi kedudukan.
Perlu diketahui bahwa urutan jabatan di Singhasari sebagai berikut: Patih, Demung Nayapati, Kanuruhan, Rangga, Adipati, Tumenggung, Manteri, Manteri Anghabaya (pembantu)

Atas kejadian tersebut maka Arya Banyak Wide dinohhaken / disingkirkan ke pulau Madura dan dijadikan Adipati di Sumenep, yang mana karena rasa marahnya Sang Prabu terhadapnya. Dalam kitab Pararaton diceriterakan bahwa dinohaken (disingkirkan) yang bunyinya antara lain : 

Shri Ranggawuni atinggal putra lanang, aran Shri Kertanegara; sira Mahisacampaka atinggal putra lanang, aran radèn Wijaya. Siraji Kertanegara sira ajenneng prabu, abhisèka Siwabudha. Hana ta wongira, babatangira buyuting Nangka, aran Banyak Widè, sinungun pasenggahan arya Wiraraja, arupa tan kandel dènira, dinohaken, kinon adhipati ring Sungenneb, anger ing Madura wètan.

(Sri Ranggawuni meninggalkan seorang putra laki-laki bernama Sri Kertanagara; dan Mahisacampaka meninggalkan seorang putra laki-laki bernama Raden Wijaya. Sang Aji Kertanagara menjadi Raja Agung bergelar Betara Siwabudha. Ada salah seorang bawahannya yang menjadi penasehat dari dusun Nangka diberi nama Arya Wiraraja, yang dipercaya, kemudian disingkirkan dan dijadikan Adipati di Sumenep yakni Madura timur). 

Kemudian diberi gelar Adipati Arya Wiraraja. tepatnya pada tanggal 31 Oktober 1269 Masehi. Pengangkatan Arya Banyak Wide yang bergelar Arya Wiraraja, dengan dibekali dengan surat keputusan Prabu Kertanegara yang bunyinya sebagai berikut : 

KAKANCÈNGAN
Ètèba’agi dha’ Banyak Widè, kaangguy ngastanè Adhipati, jumènnèng gun Songennep: 
Sègeg toju’na parènta ”ÈKANAWA BUMI RAT” wulan karttika (kapat), tanggal lèma’ paro tengnga (pancami suklapaksa), waya (triwara), kaliwuan (pancawara), wrhaspati (kemmis, saptawara) Langkir, bintang Uttarasadha, Wismadèwata, Gandayoga, jam Wairayya, Barunaparwwèsa, Walawakarana, rasi Mrcchika.

Kalaban abakta pakon, dari SRI MAHARAJA DIRAJA KÈRTANÈGARA Rato Agung Singhasari, sè ètèba’agi dha’ babatangan buyut disa Nangka, Kèn Demung Banyak Widè, kaangguy ngastane Adhipati, jumenneng gun Songennep, kalaban ajuluk,

SANG ARYA WIRARAJA
Malar moga, sè Maha Agung Sanghyang Jagatnata, aparènga kabellasan ban pangaoban dha’ ka bumi ban magarsarèna.
Pusat Pemerintahan Arya Adipati Wiraraja terletak di Batuputih, sekarang merupakan ibukota kecamatan di kabupaten Sumenep. Letak geografis Batuputih kalau dilihat dari sektor ekonomi memang sangat tidak menguntungkan, tapi dari faktor situasi perang kala itu sangat strategis.

Sebab Batuputih merupakan tanah perbukitan yang tandus banyak bebatuan dan sangat sulit ditanami padi, karena sulitnya sumber air yang ada. Tentunya banyak masyarakat bertanya-tanya, kenapa Arya Wiraraja tidak menempatkan Pusat Pemerintahannya di daerah yang subur seperti Ganding, Guluk-guluk, Banasare atau daerah kabupaten Sumenep yang lain. 
Adipati Arya Wiraraja menempatkan pusat pemerintahan tersebut di sebelah utara di sebuah bukit yang lebih menonjol dari daerah sekitarnya, merupakan suatu strategi agar dapat melihat dengan jelas ke laut Jawa. Pada saat itu kerajaan Kediri mendapat ancaman perang dari penguasa daratan China yakni Kaisar Khu Bhilai Khan dengan kekuatan tentara Tar-tarnya yang mencapai ratusan ribu prajurit, serta telah mempunyai pengalaman perang di belahan antero dunia. Karena Prabu Kertanegara telah menghina Mingkie utusan Kaisar Khu Bhilai Khan dengan memotong telinganya, disebabkan tersinggung atas surat Khu Bhilai Khan yang bernada melecehkan Kertanegara.

Dengan terlihatnya armada pasukan China di laut Jawa maka secara cepat Arya Wiraraja mengirimkan kurir ke pusat pemerintahan Singasari, agar mempersiapkan segala sesuatunya untuk mengantisipasi serangan tentara Tar-tar. Di samping itu juga Arya Wiraraja mempersiapkan pasukannya untuk memberi bantuan bilamana sudah terjadi peperangan antara kedua belah pihak, dengan menghantam dari belakang setelah pasukan China berada disekitar utara kerajaan Singasari. 
3. BERAKHIRNYA KERAJAAN SINGASARI 

Sebagaimana telah diketahui bahwa politik Kertanegara ditujukan pada pembentukan suatu negara besar dengan menyatukan kerajaan-kerajaan kecil yang ada di wilayah Nusantara, agar dapat menyusun persatuan yang cukup kuat untuk mempertahakan diri terhadap ekspansi dari luar terutama dari daratan China.

Dengan demikian Prabu Kertanegara menjalin hubungan dengan kerajaan Bali, Pamalayu (Sumatera), Borneo (Kalimantan), Tumasik (Singapura), Champa (Kamboja) dan lain sebagainya. Rencana yang akan mempersatukan Nusantara gagal tidak bisa dilaksanakan bukan karena adanya ancaman perang dengan Kekaisaran daratan China, tetapi dikarenakan adanya serangan dari pihak dalam sendiri. Yaitu serangan yang dilakukan oleh Adipati Jayakatwang yang penuh ambisi untuk menguasai pulau Jawa, juga karena balas dendam kepada keturunan Ken Arok Sri Rajasa. Pada tujuh puluh tahun yang lalu Prabu Kertajaya Raja Kediri selaku kakek buyut dari Jayakatwang ditaklukkan oleh Ken Arok Sri Rajasa juga kakek buyut Kertanegara, dengan berdirinya kerajaan Singasari.

Memang sebelumnya telah diketahui oleh Prabu Kertanegara bahwa keberadaan Adipati Jayakatwang akan membahayakan kedudukan dirinya, karena dendam turunan yang tidak mudah untuk dihilangkan. Yang tidak menutup kemungkinan pada suatu saat akan menghantam dari belakang, namun hal itu agak dikesampingkan karena ambisi mempersatukan Nusantara jauh lebih besar. Untuk mengantisipasi gejolak dendam Jayakarwang maka dikawinkan dengan adik Kertanegara bernama Turuk Bali. Disamping itu Tribuwana putri kedua Kertanegara dikawinkan dengan Arya Ardharaja putra Jayakatwang. Yang seakan tidak mungkin akan terjadi balas dendam keturunan karena masih ada hubungan ipar dan besan. 
Perlu diketahui bahwasanya Arya Wiraraja berteman dengan Jayakatwang dan sering berhubungan. Adanya kemauan Jayakatwang yang akan balas dendam kepada Prabu Kertanegara dan akan menghancurkan Singasari, tercium oleh Arya Wiraraja. Apalagi usulan Arya Wiraraja pernah ditolak dan dirinya disingkirkan ke Sumenep oleh Prabu Kertanegara, sehingga dirinya merasa disisihkan. Karena Arya Wiraraja memang ahli strategi politik dan mahir dalam strategi perang. Maka dengan adanya kekosongan pasukan di Singasari dengan pengiriman bala tentara perangnya ke Swarnadwipa (Sumatera) dibawah pmpinan Kebo Anabrang, menjadi suatu peluang yang baik untuk melancarkan serangan bagi Jayakatwang. 

Dengan demikian maka Arya Wiraraja mengirimkan surat kepada Jayakatwang yang diantarkan oleh putranya yang bernama Arya Wirondaya. Isi suratnya menurut Serat Pararaton sebagai berikut :
” Sang Nata amba tur wikan, yen paduka karsa ambereg lit nguni, mring pategalan lawas, prayogine linakyan samangkin, mumpung nuju ing mansa prayoga, tan na walang salisike, tan woten bajulipun, sima sepen banthengira wis, eri tanapi sarpa, tanana sadarum, wonten uga samanira, mung sayuga nanging wus ompong tan nggigit, mung mataken turira ”
” Paduka Raja, hamba memberi tahu, kalau paduka bermaksud berburu seperti dulu ke peladangan lama, sebaiknya dilaksanakan sekarang saja. Disaat waktunya baik. Tak ada belalang seekorpun, tak ada buayanya. Macanpun sepi, bantengnya hilang. Baik duri maupun ular tak ada. Memang ada singanya seekor dan itupun sudah ompong tak akan menggigit. Hanya itulah pesan hamba.”

Dikala Wirondaya putra Arya Wiraraja menghadap Jayakatwang di Daha, terjadilah dialog antara keduanya. Arya Wirondaya mengatakan bahwa ayahnya sakit hati pada sikap Prabu Kertanegara, yang dalam kidung Harsawijaya disebutkan ” ......tan trepi rehing nagari arawat-rawat kewuh” dengan demikian maka Jayakatwang yakin bahwa Arya Wiraraja tidak akan mengirimkan bala pasukannya untuk membantu Prabu Kertanegara. Hal mana merupakan peluang yang sangat besar untuk melumpuhkan Singasari. Yang ada di Keraton saat itu hanya Empu Raganata yang sudah tua seperti dikatakan dalam surat Arya Wiraraja ” .............. wonten uga samanira, mung sayuga nanging wus ompong tan nggigit.” (Memang ada singanya seekor dan itupun sudah ompong tak akan menggigit, yang disebut macan ompong adalah Empu Raganata karena susad tua).
Setelah diketahui oleh Jayakatwang bahwa Prabu Kertanegara kala itu sedang lengah pada situasi keamanan dalam negeri, karena mempersiapkan pasukannya untuk menunggu serangan dari armada China (Kaisar Kubilai Khan), selain sebagian besar bala tentara Kediri dikirim kepantai pesisir utara Pulau Jawa, juga ada di luar Pulau Jawa untuk menjaga kerajaan taklukannya. Apalagi dikuatkan oleh surat dari Arya Wiraraja sebagai kawannya yang telah menjadi Adipati di Sumenep. Dengan demikian surat tersebut merupakan suatu masukan yang sangat bagus. Dan juga sudah ada kepastian bahwa Adipati Sumenep tersebut tidak akan ikut berperang atau tidak mengirimkan untuk membantu Prabu Kertanegara melawan Jayakatwang. Hal mana merupakan kesempatan yang baik untuk merebut kembali negara yang dulu telah direnut oleh Ken Arok dari tangan buyutnya Pranu Kertajaya.

Penyerbuan Jayakatwang mulai bergerak melakukan penyerangan dengan strategi pasukan perangnya dipecah menjadi dua, sebagian menyerang melalui sebelah utara Singasari atau dataran rendah Malang, dipimpin oleh Jaran Guyang. Dan yang sebagian lagi melalui sebelah selatan yang dipimpin oleh Patih Kebo Mundarang. Dengan demikian pasukan Singasari menyambut di Kedung Peluk untuk memukul mundur serangan yang dari utara tersebut. Pasukan Jayakatwang dipukul habis-habisan sehingga banyak yang gugur dan melarikan diri, tapi terus dikejar sampai di desa Lemah Batang dan Kapulungan. Kemudian pasukan Jayakatwang dipukul mundur lagi dan lari ke desa Rabutcarat, di sana bertemu dengan pasukan yang sebagiannya, yang memang sengaja dipersiapkan sebagai bantuan yang diletakkan di desa Hanyiru untuk menghantam dari sebelah Timur. Selanjutnya terjadilah pertempuran hebat sehingga pasukan Singasari yang dipimpin oleh Raden Ardharaja kewalahan dan mundur ke desa Kapulungan, di sana mulailah mengatur siasat. Raden Ardharaja yang berbalik haluan, yang tadinya berdiri di pihak mertuanya sekarang berputar arah membantu Ayahandanya dan bergabung dengan pasukan Daha. Penyerangan mulai dipersiapkan lagi dan ditambah persiapan pasukan yang ada di desa Kurawan dan Kembangsari, sedangkan pasukan Singasari dipimpin oleh Raden Wijaya dengan kekuatan yang sudah berkurang. Disamping banyak yang gugur dan sebagian lagi dibawa oleh Arya Ardharaja yang bergabung dengan pasukan Ayahandanya.

Meskipun Raden Wijaya berjuang bersama pasukannya yang gagah berani, sangat tidak mungkin baginya untuk memenangkan pertempuran dengan kondisi pasukan yang sangat minim. Penghianatan Arya Ardharaja sangat berpengaruh pada peta kekuatan Raden Wijaya. Maka semangat pasukan Raden Wijaya menjadi surut dan kemudian memilih mundur bersama kedua belas pengikutnya yang masih setia, antara lain : 1. Lembusora, 2. Gajah pagon, 3. Medang Dangdi, 4. Mahisa Wagal, 5. Nambi, 6. Banyak Kapuk, 7. Kebo Kapetengan, 8. Wirota, 9. Wiragapati, dan 10. Pamandana. Menurut kitab Negarakartagama para pengikut Raden Wijaya adalah Banyak Kapuk, Ranggalawe, Pedang, Lembusora, Dangdi dan Gajah Pagon. 

Dengan mundurnya Raden Wijaya beserta sisa-sisa pasukannya, maka kemenangan berada di pihak pasukan Daha yang dipimpin oleh Adipati Jayakatwang. Mereka dengan mudahnya memasuki pusat kerajaan Singasari, kemudian Prabu Kertanegara dibunuh oleh Jayakatwang, dalam keadaan mabuk minuman keras seperti tuak dan sebagainya. Dan selanjutnya pusat kerajaan atau keraton Singasari dihancurkan, kemudian pusat pemerintahan dipindah ke Kediri, dan dikendalikan oleh Jayakatwang pada tahun 1292.

Kala itu Raden Wijaya dengan prajuritnya yang sedang menyerang ke arah utara. Mendengar Prabu Kertanegara gugur, lalu akan kembali ke istana Singasari, untuk menghacurkan musuh disana. Tapi terdesak oleh prajurit Daha yang sangat banyak, sehingga terdesak mundur. Dan kembali ke utara kemudian dikejar oleh patih Kebo Mundarang, sampai di Buntak mereka ketemu, melihat pasukan lawannya tinggal sedikit Kebo Mundarang lalu mengejar Raden Wijaya. Raden Wijaya lari ketengah sawah dan terus dikejar oleh Kebo Mundarang, begitu jaraknya sudah dekat maka Raden Wijaya membanting singkal bajak tepat didepan Kebo Mundarang. Hingga lumpur sawah muncrat dan kena muka Kebo Mundarang, matanya dimasuki lumpur, badannya terhuyung-huymg lalu mundur ke belakang.

Melihat Kebo Mundarang mundur, Raden Wijaya lari bersama pengikutnya, setelah jauh maka mereka berkumpul. Lembusora, Ranggalawe, Pedang Gajah dan Dangdi diberi celana geringsing oleh Raden Wijaya. Kemudian mereka kembali memapak pasukan Daha yang masih mengejar, Lembusora mengamuk menerjang musuh hingga banyak yang mati. Setelah merasa payah lalu mundur sejenak, Raden Wijaya menggantikan posisi Lembusora, mengamuk sekuat tenaga, hingga musuh banyak yang mati. Setelah malam lalu mereka menjauh cari peristirahatan. Pada malam hari ketika para prajurit musuh tertidur, Raden Wijaya mendatagi mereka lalu dubantai sekuat tenaga, hingga banyak yang mati. Yang terbangun merasa bingung saling tusuk dengan kawannya sendiri dan ada pula yang melarikan diri pontang panting. 

Tribuwanatunggadewi adalah permaisuri Raden Wijaya putri Prabu Kertanegara kena tawan musuh. Raden Wijaya mengajak Ranggalawe untuk mesuk ke benteng musuh merebut sang istri dari tangan musuh. Ditengah malam Raden Wijaya mendekat kesarang musuh yang sedang membuat api unggun, maka tampaklah Dewi Tribuwanatunggadewi bersama Dewi Gayatri bersama ditengah mereka. Raden Wijaya bersama Lembusora menerobos pertahanan musuh, mengamuk sekuat tenaga hingga banyak yang tewas. Kemudian Dewi Tribuwanatunggadewi cepat direbut lalu dilarikan menuju arah perkemahannya sendiri. Tapi Dewi Gayatri tertinggal, karena dikala ribut bersembunyi dan masuk kedalam perkemahan. Tak lama kemudian Raden Wijaya mengajak Lembusora untuk kembali lagi merebut Dewi Gayatri, tapi ditahan olenya agar tidak kembali, mengingat musuh sangat banyak. Dan kalau dipaksakan nanti bagaikan laron masuk kedalam kobaran api kata Lembusora, raden Wijaya menurut. 

Kemudian Raden Wijaya dengan pengikut setianya menjauh dari perkemahan musuh kearah utara. Keesokan harinya dikejar lagi oleh pasukan Daha, sampai di telaga Pager terjadilah pertempuran lagi. Pasukan Raden Wijaya sambil lari ke utara juga sambil mempertahankan diri terhadap serangan lawan. Karena barisan musuh lebih banyak maka Gajah Pagon kena tombak betisnya dan luka tembus. Setelah musuh agak menurunkan pegendorkan penyerangannya, maka Raden Wijaya bersama pengikutnya kembali ke dusun Telaga Pager. Selanjutnya menyusup kehutan yang sangat lebat, ditelah hutan mereka berunding untuk melakukan langkah selanjutnya. Dan Lembusora mengusulkan kepada Raden Wijaya untuk mengungsi ke Madura yakni pada kadipatennya Arya Wiraraja di Sumenep. Rupanya usul masih menjadi pertanyaan bagi Raden Wijaya, apakah kira-kira Arya Wiraraja mau menerima mereka. Secara bersamaan Ranggalawe, Lembusora dan nambi mengatakan bahwa Arya Wiraraja tidak akan melupakan jasa baik leluhur dari Raden Wijaya, dan pasti akan menerima kedatangannya. 

Akhirnya usulan tersebut disetujui, dan berangkatlah rombongan kecil tersebut menuju desa Kudadu yang kepala dusunya adalah Macan Kuping. Sesampainya di Kudadu Raden Wijaya diberi kelapa muda oleh Macan Kuping untuk penawar haus. Setelah diminum airnya maka kelapa muda tersebut dibelah menjadi dua, dan ternyata berisi nasi putih bersih. Para pengikut Raden Wijaya sangat heran dengan kejadian tersebut, karena sebelumnya tak pernah menyaksikan keanehan tersebut. Setelah nasi dimakan bersama lalu istirahat sebentar, kemudian Raden Wijaya melanjutkan perjalanannya, serta menitipkan Gajah Pagon yang sedang terluka parah di betisnya. Oleh Macan Kuping lalu Gajah Pagon dideri tempat ditengah ladang ilalang yang dibuatkan dangau, agar tidak diketahui oleh prajurit Daha. Setiap hari dirawat serta diantakan makanan. Pada malam harinya Raden Wijaya bersama rombongannya berangkat meuju desa Datar. Dari sama mereka mencari perahu untuk melanjutkan perjalannya.
Continue Reading | komentar

Daftar Raja Di Sumenep

Daftar Raja Di Sumenep



NO
NAMA
TEMPAT KERATON
TAHUN
KETERANGAN
1.
Aria Banyak Wedi
( Aria Wiraraja )
Batuputih
1269-1292
Otak pendiri Ker. Majapahit
2.
Ario Bangah( Wiraraja )
Banasare
1292-1301

3.
Ario Danurwendo
( Lembu Sarenggono )
Aeng Anyar
1301-1311

4.
Ario Assrapati

1311-1319

5.
Panembahan Joharsari
Bluto
1319-1331

6.
Panembahan Mandaraga
( R. Piturut )
Keles
1331-1339

7.
P. Bukabu Wotoprojo
Bukabu
1339-1348

8.
P. Baragung Notoningrat
Baragung
1348-1358

9.
R. Agung Rawit
( Secodiningrat I )
Banasare
1358-1366

10.
Tumenggung Gajah Pramono
( Secodiningrat II )
Banasare
1366-1386

11.
Panembahan Blongi
( Aryo Pulang Jiwo )
Bolingi / Poday
1386-1399

12.
Pangeran Adipoday 
(Ario Baribin )
Nyamplong / Poday
1399-1415

13.
Pangeran Jokotole( P. Secodiningrat III )
Banasare
1415-1460
Pendiri Benteng Kalimo'okmelawan orang-orang Bali . Awang pendiri pintuGerbang Ker. Majapahit>
14.
R. Wigonando
( P. Secodiningrat IV )
Gapura
1460-1502

15.
P. Siding Purih
( P. Secodingrat V )
Parsanga
1502-1559
Patoh Takundur
16.
RT. Kanduruwan
Karang Sabu
1559-1562

17.
P. Wetan dan P Lor

1562-1567

18.
R. Keduk ( P. Keduk II )

1567-1574

19.
R. Rajasa ( P. Lor II )

1574-1589

20.
R. Abdullah( P. Cokronegoro I )
Karang Toroy
1589-1626

21.
P. Anggadipa
Karang Toroy
1626-1644

22.
Tumenggung JaingPatih dari Sampang
Karang Toroy
1644-1648

23.
R. Bugan
( Tumenggung Yudonegoro )
Karang Toroy
1648-1672

24.
P.T. Pulang Jiwo dan P. Sepuh
Karang Toroy
1672-1678

25.
P. Romo 
( P. Cokronegoro II )
Karang Toroy
1678-1709

26.
RT. Wiromenggolo( Purwonegoro )
Karang Toroy
1709-1721

27.
R. Ahmat alias P. Jimat
( T. Aryo Cokronegoro III )
Karang Toroy
1721-1744

28.
R. Alza Alias P. Lolos
Karang Toroy
1744-1749
Lolos dalam penyergapan K. Lesap
29.
K. Lesap
Karang Toroy
1749-1750
Pimpinan sementaradiserahkan T. Tirtonegoro
30.
R. Ayu Tirtonegoro
R. Rasmana & Bindara Saod
Pajagalan
1750-1762
Pemerintahan diserahkanpada suaminya
31.
Panembahan Sumolo Asiru
Pajagalan
1762-1811
Pendiri Masjid Jamik
32.
Sri Sultan Abdurrahman
( Pakunataningrat I )
Pajagalan
1811-1854
Kerajaan Sumenep
33.
Panembahan Moh. Saleh
( Notokusumo II )
Pajagalan
1854-1879

34.
P. Mangkudiningrat
( P. Pakunataningrat II )
Pajagalan
1879-1901

35.
P. Ario Prataningkusumo
Pajagalan
1901-1926

36.
RP. Ario Prabuwinoto
Pajagalan
1926-1929

Continue Reading | komentar
*. Flash Animations for Blogger
..........................................
1. Download Film Terbaik Holywood
..........................................
2.Pusaka dan Barang Antik
..........................................
3.Perkembangan Islam di Negara Non Islam
..........................................
4. Berbagi Sehat Sambil Berbisnis
..........................................
5. Update Avira Anti virus Personal - Free Edition 10
..........................................
6. 5 Tips Mempercepat Akses Internet
..........................................
7. Cara Cepat Meningkatkan Traffik
..........................................
8. Dolar Gratis Untukmu
..........................................
9. Account Rapidshere Gratis
..........................................
10. Remove WGA 1.2
..........................................
11.
Mengenal SEO
..........................................
12. Google Page Renk vs Alexa Renk
..........................................
13. Sugar Bot Gunbound
..........................................
14. Cheat Kata Kotor Gunbound
 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. Taretans - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger